Thursday, November 10, 2011

Film Review: Dream Home (2010)



Hmm.. Sebelum panjang FYI, film ini pernah di puter di ajang tahunan Indonesian Fantastic Film Festival 2010 sebagi Surprise Movie.. Jadi untuk kalian yang hadir di Surprise Movie INAFFF tahun lalu pasti udah gak asing sama film ini. Kebetulan tahun lalu gue gak bisa hadir karena di dera persiapan ujian hehe tapi alahmdulillah untuk Surprise Movie tahun ini insyaallah gue hadir karena udah dapet tiketnya juga :D

Film bergenre Horror-Slasher ini dibuka dengan yang cukup membuat kita memegang leher haha. Cerita semula berawal dari seorang Cheng Lai-Sheung (Josie Ho) yang bermimpi untuk membeli apartmen yang berpapasan langsung dengan indahnya pelabuhan, dulunya Cheng pernah berjanji pada kakeknya untuk membelikan apartmen yang berhadapan langsug dengan pelabuhan tujuannya agar tidak menyusahkan kakeknya ke pelabuhan karena kakek Cheng sendiri adalah seorang pelaut. Cheng tidak berputus asa seiring meningkatnya penjualan rumah dan apartmen, pekerjaan paruh waktu yang benar-benar menyita perhatian pun diambilnya, namun sial disaat yang tidak tepat ayah Cheng sakit keras dan mengancam uang yang sejak lama dikumpulkan Cheng.


 Cobaan yang hilir mudik menghampirinya seakan tidak ingin melihat ia menyentuh lantai-lantai apartmen membuat Cheng berfikir dengan keadan seperti ini dia tidak akan mendapatkan apa yang ia mau, Cheng-pun berfikir untuk menjatuhkan harga apartmen dengan cara yang "tidak lazim". Masuk sebagai wanita berparas cantik dengan sejumlah peralatan perangnya. Cheng memulai war debut nya ke kamar apartmen yang diincarnya.. Yang berisikan seorang TKW dan seorang istri yang tengah mengandung juga seorang suami yang pulang selalu larut malam. Cheng sangat brilian dalam memainkan alat-alat perangnya.. Yup, bisa ditebak bagaiman kondisi kamar itu sekarang,

Demi sebuah obsesi..? Itu yang sempat pertanyakan ketika menonton film ini, sebegitunya kah? Dream Home memang menyuguhkan sesuatu yang memang sesungguhnya terjadi di publik. Ketika keinginan melebih segalanya.. Bahkan melebihi nyawa manusia sekalipun. Bagi Cheng satu-satunya cara bertahan hidup adalah menjadi gila melebihi apa yang sudah gila.


Tidak sampai disitu, Cheng melanjutkan perangnya ke lantai atas tanpa diketahui maksudnya apa.. Kamar yang kali ini berisikan remaja begundal yang sedang berpesta pora. 2 orang pelacur dan 3 orang pria pengangguran.. Mungkin maksud Cheng disini untuk memberi pelajaran? Maybe.. Jika dikatakan jauh lebih sadis dari perang pertama saya katakan "Iya" Bukan hanya berceceran darah namun di ruangan kedua ini kita khususnya para pria disuguhkan Nude yang kalau di tonton di bioskop bakal segede layar bioskop gedenya "wowww" Tidak mengenal siapa dan dalam kondisi apa lawannya Cheng pun mulai memainkan alat-alat perangnya lagi, cukup tegang karena kali ini Cheng mendapat perlawanan yang cukup sulit. Thrilling and Slashing!

Dengan alur maju-mundur Dream Home mengingatkan kita pada karya David Fincher: The Social Network, describe then action! Ketegangan yang benar-benar terasa dari awal hingga akhir tentu akan memorable diingatan kita, cerita cukup simple yang mengakibatkan durasi yang bisa dibilang terlalu pendek, padahal untuk pecinta slasher seperti saya harapannya adalah More Time, More Slashing! Tapi itu semua tertutupi dengan paras cantik Josie Ho serta aktingnya yang begitu powerful serta make up dan effect  yang sudah bisa dikategorikan standar Hollywood.

8,5/10

No comments:

Post a Comment