Tuesday, November 29, 2011

Film Review: Melancholia (2011)


Lars Von Trier, sutradara yang sudah terkenal dengan kontroversi-nya serta terkenal mampu menggambarkan dengan baik suasana penuh duka dan tekanan. Lars sebelumnya dikenal lewat AntiChrist dan Dancer In The Dark. Lars memiliki ciri khas tersendiri dalam membawakan film-filmnya, sulit digambarkan dengan kata-kata dan sulit untuk sutradara lain menyamainya. Namun dengan ciri khasnya Lars pernah mencicipi indahnya memasuki nominasi Oscar 2001, dengan masuk nominasi Best Music, Original Song untuk film Dance In The Dark yang juga dirilis tahun 2001.

Lars kembali menunangkan inspirasi-inspirasi gilanya dalam bentuk audio-visual, kali ini dengan film berjudul Melancholia, sebuah drama berdurasi lebih dari 120 menit yang tetap memiliki ciri khas dari Lars Von Trier. Melancholia dibuka dengan beberapa gambar yang sebenarnya sangat menjelaskan bahwa ada planet yang akan bertubrukran dengan bumi. Planet itu bernama Melancholia. Perlahan demi perlahan dalam filmnya Lars menjelaskannya dengan baik, dan menuntun penonton mencapai klimaks. Meski film ini berjudul Melancholia yang notabene merupakan planet yang akan bertubrukan dengan bumi di film ini sendiri, tidak lantas membuat Lars membuat film yang hanya berisi adegan bersiap-siap akan datangnya bencana, a lot of special effect. Lars coba terus mengembangkan semua karakter dalam filmnya dengan membagi dua bagian di Melancholia ini, bagian pertama lebih fokus ke Justine sedangkan bagian kedua terfokus pada kakak Justine, Claire, yang sangat-sangat dibuat depresi dengan isu bertabrakannya bumi dengan planet Melancholia.

Bukan gaya Lars memang jika dalam filmnya terdapat satu peran sentral yang selama film benar-benar tersorot karakternya. Kali ini Lars mengambil cerita tentang seorang wanita Justine (Kirsten Dunst) yang akan menikah dengan seorang pria bernama Michael (Alexander Skarsgard) dengan biaya pernikahan yang ditanggung sepenuhnya oleh kakak Justine, Claire (Charlotte Gainsbourg) dan suaminya, John (Kiefer Sutherland). Justine mengalami tekanan yang begitu besar menjelang pernikahannya, depresi berat menghantuinya. Singkat cerita, disela-sela pesta menjelang pernikahnnya Justine melihat sebuah bintang yang bersinar jauh lebih terang dari bintang-bintang lainnya. Dan bintang inilah yang nantinya akan disebut Melancholia, yang ternyata adalah sebuah planet yang juga seperti udah gw jelasin diatas.. Akan bertabrakan dengan bumi.


Buat orang yang gak demen film ber-alur lambat mungkin Melancholia adalah mimpi buruk. Berdurasi lebih dari dua jam dan dipenuhi adegan-adegan basa basi. Tapi dihiasi sinematografi yang cantik, terkesan gelap namun indah. Usahakan menonton Melancholia pada saat mood yang tepat, gak mood dikit pasti bawaannya pengen nyepetin film. Nikmati Melancholia sepenuhnya. Ditambah akting all out dari Kristen Dunst di kedua bagian film membuat Melancholia semakin terasa atmosfernya. Bukannya hanya Kristen Dunst yang all out di film ini, Charlotte Gainsbourg juga salah satu karakter yang membuat Melancholia hidup. Two thumbsup buat Lars dalam soal pengembangan karakter di Melancholia.


Sekali lagi meski terkadang Melancholia terkesan lambat dan bikin ngantuk tapi perlu dihargai gimana Lars Von Trier, sutradara sekaligus penulis skenario ngebentuk sebuah film melankolis-dramatis-realistis yang begitu nyata. Oh ya satu lagi, di Melancholia ini ada satu faktor lagi yang ngebuat film ini bisa hidup. Sinematografinya, dengan cameraming yang terkesan tergesa-gesa bahkan lebih mirip dikatakan cameraming film mokumenter dan jarang berganti angle, mungkin mengganti angle hanya ketika berdialog, serta scoring yang ditempatkan memang disaat yang tepat, mungkin Lars berfikir jika tidak tepat memakai scoring lebih baik tidak memakai socring sama sekali. Karena disaat Melancholia melewati fase-fase datarnya Lars justru tidak mengenakan scoring. Bener-bener sutradara yang beda dari yang lain!

Overall Melancholia sudah berhasil menyajikan sebuah drama dengan kualitas cerita, akting, dan teknis yang mempesona.. Sebuah karya epic dari Lars Von Trier yang mencoba menghibur penonton dengan formula Lars sendiri. Dengan tidak menghilangkan ciri khas dari Lars, penonton pasti sudah bisa mengenal bagaimana Lars memperlakukan cerita dan karakter di filmnya.

Release Date: November 11, 2011 Release Date: November 11, 2011 (limited) | Studio: Magnolia Pictures | Director: Lars von Trier | Screenwriter: Lars von Trier | Starring: Kirsten Dunst, Charlotte Gainsbourg, Alexander Skarsgård | Genre: Action, Sci-Fi, Thriller | MPAA Rating: R (for some graphic nudity, sexual content and language) 



No comments:

Post a Comment